Dosen Pendidikan IPA Unesa Gandeng BRIN Teliti Ekstraksi Herbal untuk Saintifikasi Jamu Tradisional
Surabaya, 15 Juni 2026 — Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Negeri Surabaya terus memperkuat kontribusi riset dalam bidang sains terapan. Salah satu wujudnya dilakukan melalui keterlibatan Dr. Sapti Puspitarini, S.Si., M.Si., dosen Program Studi S1 Pendidikan IPA Unesa, dalam kerja sama riset bersama Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Organisasi Riset Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN.
Kerja sama tersebut mengusung riset berjudul “Riset Pengaruh Suhu pada Proses Ekstraksi Air Tanaman Herbal terhadap Kandungan Senyawa Metabolit dan Aktivitas Antioksidan dalam Upaya Saintifikasi Jamu Tradisional.” Melalui riset ini, Unesa dan BRIN berupaya memperkuat dasar ilmiah pengolahan tanaman herbal, khususnya pada proses ekstraksi air yang selama ini banyak digunakan dalam praktik pengolahan jamu tradisional.
Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji bagaimana variasi suhu dalam proses ekstraksi air dapat memengaruhi kandungan senyawa metabolit dan aktivitas antioksidan pada tanaman herbal. Kajian tersebut penting karena proses pengolahan herbal tidak hanya menentukan mutu produk, tetapi juga berpengaruh terhadap potensi manfaat senyawa aktif yang terkandung di dalamnya.
Dalam pelaksanaannya, riset ini mencakup sejumlah tahapan ilmiah, mulai dari penyediaan bahan baku simplisia herbal, pembuatan ekstrak herbal, uji aktivitas antioksidan secara in vitro, profiling fitokimia ekstrak herbal, uji in silico terkait prediksi farmakologi herbal, analisis data, hingga pembuatan purwarupa. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa penelitian tidak berhenti pada pengujian laboratorium, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan luaran yang lebih aplikatif dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut.
Keterlibatan Dr. Sapti Puspitarini dalam kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan peran dosen Pendidikan IPA Unesa dalam pengembangan riset interdisipliner. Riset ini tidak hanya relevan dengan bidang sains dasar, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan, bahan alam, teknologi ekstraksi, serta penguatan ekonomi berbasis produk herbal lokal.
Saintifikasi jamu tradisional menjadi salah satu aspek penting dalam penelitian ini. Jamu sebagai warisan pengetahuan lokal masyarakat Indonesia memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui pendekatan ilmiah. Dengan adanya kajian terhadap suhu ekstraksi, kandungan metabolit, dan aktivitas antioksidan, jamu tradisional dapat memperoleh penguatan berbasis data ilmiah sehingga lebih mudah diterima dalam pengembangan produk herbal modern.
Selain mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, riset kolaboratif ini juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi jamu tradisional. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai proses ekstraksi yang lebih tepat, sehingga dapat membantu pelaku usaha herbal dan jamu dalam meningkatkan mutu, konsistensi, serta daya saing produk. Dengan demikian, riset ini tidak hanya berdampak pada pengembangan akademik, tetapi juga memberi peluang bagi hilirisasi hasil penelitian ke sektor ekonomi masyarakat.
Kolaborasi antara Unesa dan BRIN juga membuka ruang pemanfaatan bersama sarana, prasarana, data, informasi, personel, serta tenaga ahli. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas riset, memperluas jejaring keilmuan, dan mendorong lahirnya publikasi ilmiah serta kekayaan intelektual bersama.
Melalui riset ini, Program Studi S1 Pendidikan IPA Unesa menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam pengembangan sains yang berdampak bagi masyarakat. Riset tentang ekstraksi herbal dan saintifikasi jamu tradisional ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata Unesa dalam memperkuat inovasi berbasis kekayaan hayati Indonesia, sekaligus mendukung peningkatan nilai tambah produk jamu tradisional di masa mendatang.
