Panduan Lengkap Sholat Tarawih dan Witir di Bulan Ramadhan dengan Niat dalam bahasa Arab, Latin, dan Artinya
Surabaya - Bulan Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain menahan lapar dan dahaga, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam dengan ibadah, salah satunya sholat Tarawih dan Witir. Ibadah malam ini menjadi tradisi setiap Ramadhan karena pahala dan keutamaannya yang besar. Namun, masih banyak yang mencari panduan lengkap tentang niat sholat Tarawih dan Witir dalam bahasa Arab, transliterasi latin, artinya, tata cara pelaksanaannya, serta informasi penting lainnya agar ibadah dijalankan dengan benar.
Tarawih adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah sholat Isya sepanjang bulan Ramadhan. Sejarahnya, Nabi Muhammad SAW menghidupkan malam Ramadhan dengan sholat malam, yang kemudian dikenal sebagai Tarawih. Ibadah ini dianggap sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan karena sering dilakukan oleh Nabi SAW dan para sahabatnya.
Niat Sholat Tarawih dalam Arab, Latin, dan Artinya
Sebelum memulai sholat Tarawih, seorang Muslim perlu menetapkan niat. Niat merupakan unsur penting dalam ibadah karena menunjukkan tujuan seseorang melakukan salat karena Allah SWT.
Bacaan niat sholat Tarawih jika dilakukan secara sendiri (munfarid) adalah:
اللَّهُمَّ أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Untuk yang menjadi makmum (ikut berjamaah), niatnya dibaca sebagai:
اللَّهُمَّ أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Dan jika menjadi imam (pemimpin sholat), lafaz niatnya sama dengan makmum, tetapi niatnya diperkuat dalam hati sebagai imam yang memimpin jamaah.
Jumlah Rakaat Tarawih yang Dianjurkan
Jumlah rakaat Tarawih menjadi salah satu hal yang sering dibicarakan di masyarakat. Tidak ada ketetapan tunggal yang wajib dalam Islam, tetapi praktik yang umum diikuti adalah 8 rakaat atau 20 rakaat, kemudian ditutup dengan sholat Witir.
Pendapat 8 rakaat Tarawih sering dikaitkan dengan riwayat yang menunjukkan bahwa Nabi SAW dan para sahabat pada awalnya melakukan 8 rakaat sesuai hadis riwayat Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah sholat malam di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat, termasuk Witir. Walaupun demikian, banyak masjid dan komunitas Muslim di seluruh dunia juga mengamalkan 20 rakaat, terutama dalam tradisi yang dipopulerkan oleh Khalifah ‘Umar bin Khattab RA.
Keduanya dianggap sah menurut sebagian besar ulama selama niat dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dilaksanakan karena Allah SWT. Umat Islam dapat menyesuaikan jumlah rakaat sesuai kemampuan fisik dan kondisi setempat.
Niat Sholat Witir dalam bahasa Arab, Transliterasi Latin, dan Artinya
Setelah Tarawih, umat Muslim dianjurkan melanjutkan dengan sholat Witir, yaitu sholat penutup malam dengan jumlah rakaat ganjil. Umumnya yang dilakukan adalah tiga rakaat, tetapi satu atau lima rakaat pun diperbolehkan.
Niat sholat Witir tiga rakaat bagi yang sholat sendiri adalah:
اللَّهُمَّ أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatal witri tsalâtha rak‘ātin lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.”
Jika dilakukan sebagai makmum, lafaznya menjadi:
اللَّهُمَّ أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً وَاحِدَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatal witri rak‘atan wāḥidatan mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Witir satu rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Beragam pilihan jumlah rakaat Witir menunjukkan fleksibilitas dalam menjalankan ibadah, selama niat jatuh dan dilakukan dengan penuh kesungguhan karena Allah.
Tata Cara Sholat Tarawih dan Witir
Tata cara sholat Tarawih dasar mengikuti prinsip sholat sunnah dua rakaat seperti salat lainnya: dimulai dengan takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, melanjutkan dengan bacaan surah pendek atau ayat Al-Qur’an lainnya, rukuk, sujud, tasyahhud, dan salam. Setelah salam dua rakaat, bisa istirahat ringan sebelum melanjutkan rakaat berikutnya.
Sholat Witir kemudian dikerjakan setelah Tarawih sebagai penutup ibadah malam. Ini bisa dilakukan saat jamaah selesai Tarawih atau sendiri di rumah apabila berjamaah tidak memungkinkan.
Witir dapat dilakukan dua rakaat salam lalu satu rakaat, atau tiga rakaat sekaligus dengan satu salam, sesuai tuntunan yang diikuti.
Pada rakaat terakhir, terutama pada paruh akhir Ramadhan, dianjurkan membaca doa qunut Witir yang berisi permohonan ampun dan perlindungan kepada Allah SWT.
Setelah selesai, dianjurkan membaca tasbih tiga kali:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Artinya: Mahasuci Raja Yang Mahakudus.
Makna Spiritual Tarawih dan Witir
Sholat Tarawih bukan hanya ibadah rutin tahunan. Ibadah ini menjadi momentum memperkuat kedekatan spiritual dan mempererat kebersamaan sosial. Masjid yang ramai setiap malam menghadirkan suasana persaudaraan yang hangat.
Menjalankan Tarawih dan Witir dengan pemahaman yang benar membantu umat Islam meraih keberkahan Ramadhan secara optimal. Yang utama bukan semata jumlah rakaat, tetapi keikhlasan dan kekhusyukan dalam beribadah.
Umat juga dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir setelah sholat malam. Doa dapat berupa permohonan ampunan, keberkahan Ramadhan, serta niat memperbaiki diri setelah bulan suci. Banyak yang membaca doa qunut pada rakaat terakhir Witir, terutama di sepertiga malam terakhir.
