Tim Peneliti UNESA Perkuat SDG 4 melalui Pembelajaran IPA Berbasis SDGs untuk Mencetak Calon Guru Berkelanjutan
Surabaya - Tim peneliti Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang diketuai oleh Tutut Nurita, S.Pd., M.Pd., bersama tim dosen Pendidikan IPA UNESA melaporkan kemajuan penelitian skema Penelitian Dasar Kolaborasi berjudul "Eksplorasi Kompetensi Calon Guru terkait Isu-isu Sustainable Development Goals (SDGs) dalam Pembelajaran IPA berbasis Contextual Active Learning." Penelitian yang didanai oleh LPPM UNESA ini telah menyelesaikan seluruh tahapan utama sesuai dengan rencana, mulai dari analisis konseptual, pengembangan dan validasi instrumen, pengumpulan data, hingga analisis data empiris.
Penelitian ini melibatkan 71 mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA sebagai responden untuk mengukur empat aspek utama, yaitu pengetahuan SDGs, sikap terhadap keberlanjutan, efikasi diri, dan kompetensi pedagogis calon guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan reliabel. Analisis deskriptif juga memperlihatkan bahwa seluruh variabel berada pada kategori sangat tinggi, yang menunjukkan kesiapan calon guru dalam mengintegrasikan isu-isu SDGs ke dalam pembelajaran IPA.
Lebih lanjut, analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan penjelasan yang sangat baik dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,791. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa efikasi diri dan pengetahuan SDGs berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pedagogis calon guru, sedangkan sikap terhadap keberlanjutan memberikan pengaruh positif, namun belum signifikan secara statistik. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan keyakinan diri dan pemahaman calon guru mengenai SDGs menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi pembelajaran IPA yang kontekstual dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Selain menghasilkan instrumen penelitian yang tervalidasi dan temuan empiris, tim peneliti juga telah menyusun artikel ilmiah yang telah disubmit ke jurnal internasional bereputasi. Sementara itu, dokumen pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas instrumen penelitian saat ini masih dalam tahap finalisasi. Tahapan selanjutnya akan difokuskan pada penyempurnaan artikel berdasarkan masukan editor dan reviewer, penyelesaian proses pengajuan HKI, serta penyusunan laporan akhir penelitian sesuai ketentuan LPPM Universitas Negeri Surabaya.
Melalui penelitian ini, tim peneliti berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan IPA yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus menjadi dasar pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang lebih kontekstual, inovatif, dan berkelanjutan bagi calon guru di Indonesia.
