Kepuasan Pengguna Lulusan
Sebagai bagian dari evaluasi mutu lulusan, PS S1 Pendidikan IPA melaksanakan evaluasi tingkat kepuasan pengguna lulusan yang mencakup aspek-aspek berikut.
a. Evaluasi tingkat kepuasan pengguna lulusan
Evaluasi dilakukan melalui user survey yang mencakup sembilan aspek kompetensi lulusan, yaitu 1) etika, 2) keahlian pada bidang ilmu, 3) kemampuan berbahasa asing, 4) penggunaan teknologi informasi, 5) kemampuan berkomunikasi, 6) kerja sama, 7) pengembangan diri, 8) berpikir kritis, dan 9) kreativitas. Hasil evaluasi yang tertera pada Tabel 26 DKPS ditunjukkan pada Gambar 6.15.

Gambar 6.15 Hasil Survei kepuasan pengguna lulusan (persentase hasil pembulatan)
Data pada Gambar 6.15 menunjukkan bahwa menurut pengguna lulusan seluruh aspek kompetensi lulusan berada pada kategori sangat baik dan baik. Aspek dengan capaian tertinggi terdapat pada kerja sama (91% sangat baik) dan etika (89% sangat baik), diikuti kemampuan berkomunikasi (86%) serta penguasaan teknologi informasi (80%). Kompetensi utama bidang ilmu, pengembangan diri, dan berpikir kritis juga menunjukkan capaian yang tinggi (82% sangat baik). Sementara itu, aspek kemampuan berbahasa Inggris memiliki proporsi “sangat baik” yang lebih rendah (20%) dan didominasi kategori “baik” (77%), sehingga menjadi area yang perlu diperkuat. Aspek kreativitas juga menunjukkan ruang pengembangan meskipun tetap berada pada kategori baik (73%).
b. Analisis tingkat kepuasan pengguna lulusan, faktor-faktor penyebab, dan dampaknya
Berdasarkan hasil analisis survei kepuasan pengguna lulusan, secara umum tingkat kepuasan berada pada kategori sangat baik pada hampir seluruh aspek kompetensi. Aspek yang memperoleh penilaian sangat baik tertinggi adalah kerjasama tim, etika, dan kemampuan berkomunikasi, yang menunjukkan kekuatan lulusan pada aspek soft skills. Selain itu, kompetensi utama, berpikir kritis, pengembangan diri, dan penggunaan teknologi informasi pada kategori sangat baik yang menunjukkan bahwa lulusan memiliki kompetensi akademik dan keterampilan pendukung yang kuat dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Namun demikian, terdapat variasi pada beberapa aspek, khususnya kemampuan berbahasa asing, yang didominasi oleh kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kemampuan tersebut sudah memadai, masih terdapat ruang untuk peningkatan agar mencapai tingkat keunggulan yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, tidak terdapat penilaian pada kategori kurang, serta sangat sedikit pada kategori cukup, yang mengindikasikan bahwa kualitas lulusan secara umum telah memenuhi bahkan melampaui ekspektasi pengguna.
Tingginya tingkat kepuasan pengguna lulusan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dari aspek akademik, kurikulum berbasis OBE, penerapan pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasis proyek dan riset, penguatan nilai karakter dalam proses pembelajaran, serta integrasi pengalaman praktik melalui PLP memberikan bekal kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, penguatan soft skills melalui kegiatan akademik dan non-akademik, seperti kerja tim, komunikasi, dan kepemimpinan, turut berkontribusi terhadap tingginya penilaian pada aspek etika, komunikasi, dan kerjasama tim. Selain itu, integrasi teknologi dalam pembelajaran melalui LMS dan berbagai aplikasi pembelajaran turut mendukung capaian pada aspek literasi digital. Dukungan institusi melalui kegiatan pengembangan mahasiswa, layanan karier, serta jejaring kemitraan dengan sekolah dan lembaga pendidikan juga memperkuat kesiapan lulusan. Sementara itu, capaian pada aspek kemampuan berbahasa asing yang relatif lebih rendah dipengaruhi oleh masih terbatasnya intensitas penggunaan bahasa asing dalam proses pembelajaran maupun kegiatan akademik, sehingga belum seluruh lulusan mencapai tingkat sangat baik pada aspek tersebut. Sementara itu, aspek kreativitas dan berpikir kritis meskipun sudah baik, masih perlu terus diperkuat untuk mendukung daya saing lulusan di tingkat global.
Tingginya tingkat kepuasan pengguna lulusan berdampak terhadap peningkatan kepercayaan stakeholder dan reputasi PS yang tercermin dari tingginya keterserapan lulusan di dunia kerja. Hasil survei kepuasan pengguna juga berdampak pada penguatan kurikulum dan pembelajaran, seperti pengintegrasian literatur internasional dalam RPS, penyelenggaraan kuliah umum dengan narasumber internasional untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing mahasiswa, serta penguatan aktivitas presentasi dan diskusi ilmiah dalam perkuliahan. Selain itu, PS mengoptimalkan implementasi pembelajaran berbasis proyek, problem-based learning, dan pengembangan produk inovatif untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan kesiapan lulusan menghadapi tantangan global.