Cahaya “Ajaib” dari Kunyit: Tren Eksperimen Viral yang Edukatif
Surabaya - Belakangan ini, media sosial diramaikan oleh video di mana seorang pengguna menyinari gelas berisi air dan serbuk kunyit di ruangan gelap—hasilnya memunculkan cahaya keemasan yang tampak menakjubkan, seperti aurora mini di dalam gelas. Tren yang populer lewat TikTok serta Facebook ini sederhana namun memukau, dan kalau dicermati, ini bukan sulap, melainkan sains dalam wujud estetika visual.
Apa yang Terjadi dalam Eksperimen Ini?
Dalam video viral “Turmeric Glow”, seorang kreator menuangkan air ke dalam gelas bening, menaruh lampu senter ponsel di dasar, dan menaburkan bubuk kunyit. Saat lampu dinyalakan di ruangan gelap, partikel kunyit terlihat berpendar kuning kehijauan, mengundang decak kagum di kolom komentar .
Gulf News juga mencatat tren ini menyebar cepat hingga ke Instagram dan Facebook; “a simple mix of turmeric, water, and your phone's flashlight is creating a mesmerising golden glow.”
Apa Alasan Ilmiah di Baliknya?
Fenomena ini dapat dipahami lewat sifat curcumin, pigmen utama kunyit. Curcumin larut lebih baik dalam alkohol, meskipun dalam air tetap dapat menyerap cahaya yang dipancarkan dari bawah. Cahaya lampu senter yang diarahkan ke bawah melewati partikel halus kunyit, lalu tersebar dan memantulkan warna kuning kehijauan—fenomena sederhana namun memikat secara visual.
Jadi, tidak ada unsur fluorescent optik seperti pada bahan yang menyala di bawah UV. Ini lebih ke efek penyebaran cahaya (scattering) dan refleksi dari partikel kunyit yang unik, dalam konteks pencahayaan ruangan gelap.
Kenapa Ini Viral dan Edukatif
Tren ini viral bukan hanya karena visualnya yang Instagrammable, tetapi juga karena mudah dilakukan di rumah menggunakan alat sederhana. Konten ini mendidik: memperlihatkan cara cahaya berinteraksi dengan padatan dan cairan, perbedaan refraksi, serta bagaimana pigmen alami punya karakteristik optik tersendiri .
Kegiatan ini populer di kalangan anak-anak dan keluarga. Di TikTok, terlihat anak-anak bereaksi dengan antusias ketika gelas menyala; ini adalah motivasi belajar sains tanpa layar, yang sesuai untuk kelas IPA dasar .
Tindak Lanjut dan Rekomendasi untuk Edukasi
Satuan pendidikan bisa memanfaatkan tren ini sebagai projek pendek di kelas atau kegiatan luar ruang. Mahasiswa dan dosen dapat memperluas eksperimen ini: membandingkan warna lampu yang berbeda, mengganti kunyit dengan bahan lain seperti vitamin B2 (riboflavin), untuk mengamati teknik refleksi dan absorpsi cahaya.
Metode pengajaran kontekstual seperti ini mendekatkan teori dengan praktik. Mahasiswa dapat mencoba menyusun mini-lab, menuliskan laporan sederhana, atau membuat video edukasi untuk media sosial kampus. Semua ini sejalan dengan tujuan program studi untuk menggabungkan kemampuan ilmiah dan komunikasi publik.
Catatan Keselamatan
Eksperimen ini sepenuhnya aman asalkan menggunakan air biasa dan lampu LED senter normal. Tapi penting diingat: hasil air kunyit ini tidak untuk diminum karena bisa meninggalkan residu. Jangan menggunakan bahan berbahaya atau lampu UV tanpa pengawasan yang tepat.
