Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW yang Dibaca Saat Malam Pertama Ramadan dan Malam Setelahnya
Surabaya - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Muslim mempersiapkan diri bukan hanya secara fisik tetapi juga secara spiritual. Salah satu amalan yang sering dicari adalah doa malam pertama Ramadan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Namun, penting dipahami bahwa dalam hadis sahih tidak ditemukan redaksi doa khusus yang secara eksplisit disebut sebagai “doa malam pertama Ramadan”. Yang memiliki dasar riwayat kuat justru adalah doa ketika melihat hilal sebagai tanda masuknya bulan baru, termasuk Ramadan.
Ramadan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah yang ditetapkan berdasarkan peredaran bulan. Ketika hilal terlihat, Rasulullah SAW membaca doa yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan dinilai hasan oleh para ulama. Doa inilah yang diamalkan saat memasuki awal bulan, termasuk pada malam pertama Ramadan.
Adapun bacaan doa tersebut adalah:
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى. رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allāhumma ahillahu ‘alainā bil-yumni wal-īmān, was-salāmati wal-islām, wat-taufīqi limā tuhibbu wa tardhā. Rabbunā wa rabbukallāh.
Artinya, “Ya Allah, tampakkanlah bulan ini kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufik untuk melakukan apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah.”
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Keistimewaan Malam Pertama dan Malam-malam Ramadan
Malam pertama Ramadan memiliki makna yang istimewa dalam tradisi Islam. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan bahwa ketika Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Setan-setan dibelenggu, dan umat diberi kesempatan luas untuk meraih ampunan.
Momentum ini menjadi awal perjalanan spiritual selama sebulan penuh. Karena itu, menyambutnya dengan doa dan niat yang tulus menjadi bentuk kesiapan seorang Muslim dalam menjalani ibadah puasa.
Keutamaan Doa Dalam Ramadan
Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan. Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.
Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni. Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual.
Makna Doa Melihat Hilal
Doa melihat hilal bukan sekadar bacaan formal. Kalimat bil-yumni mengandung harapan agar bulan yang datang membawa kebaikan dan keberkahan. Sementara wal-īmān menunjukkan permohonan agar iman semakin kuat selama Ramadan. Frasa was-salāmati wal-islām mencerminkan doa agar diberikan keselamatan lahir dan batin serta keteguhan dalam menjalankan ajaran Islam.
Penutup Rabbunā wa rabbukallāh menegaskan tauhid bahwa Tuhan manusia dan bulan yang terlihat adalah Allah SWT. Dengan membaca doa ini, seorang Muslim menegaskan kembali hubungan spiritualnya dengan Sang Pencipta.
Tidak Ada Doa Khusus yang Wajib
Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada doa khusus yang diwajibkan hanya pada malam pertama Ramadan. Umat Islam diperbolehkan memanjatkan doa apa pun yang baik sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. Doa memohon kesehatan agar mampu berpuasa, doa agar diberi kekhusyukan dalam salat tarawih, serta doa agar Ramadan menjadi sarana perbaikan diri sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan. Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Hadis ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.
Cara Menghidupkan Malam Ramadan
Malam Ramadan dapat dihidupkan dengan salat tarawih, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, serta memperbaiki niat. Banyak ulama menyarankan agar umat menyambut Ramadan dengan memperbaharui tekad untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan memperkuat amal saleh.
Selain ibadah personal, Ramadan juga mengajarkan dimensi sosial. Mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama menjadi bagian dari semangat bulan suci.
