Erupsi Gunung Marapi 2025: Dari Kolom Abu ke Tindak Lanjut Mitigasi
Surabaya - Baru saja Gunung Lewatobi Laki-laki meletus, Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukan aktivitas vulkaniknya sepanjang tahun 2025. Gunung yang berdiri di antara Kabupaten Agam dan Tanah Datar ini sejak awal tahun telah beberapa kali meletus, menggerakkan lembaga mitigasi dan masyarakat setempat untuk terus waspada.
Erupsi pertama tercatat pada 4 Januari 2025, terasa selama 1 menit 40 detik. Kolom abu terlihat mencapai ketinggian sekitar 1 000 meter di atas puncak, memicu peningkatan status menjadi Level II (Waspada) oleh PVMBG. Fenomena ini bukan hanya tontonan visual; seismogram mencatat amplitudo hingga 30,3 mm dan durasi di atas satu menit.
Memasuki April dan Mei 2025, aktivitas meningkat. Pada 19 April, Marapi menerbangkan kolom abu setinggi 1 kilometer yang tercatat selama 42 detik. Di awal Mei, terjadi tujuh letusan, salah satu di antaranya mengeluarkan kolom abu setinggi 1 km—tertinggi dalam sebulan tersebut. Catatan lain menunjukkan erupsi pada 15 Mei bahkan membuncahkan abu hingga 1.600 meter, sebagai akibat tekanan fluida magmatik yang meningkat.
Masuk Juni, aktivitas belum mereda. Pada 18 Juni 2025, erupsi tercatat pukul 15.32 WIB dengan kolom abu setinggi 250 meter selama 43 detik. Dari 1 hingga 18 Juni, tercatat dua erupsi dan sembilan hembusan, dengan PVMBG menegaskan status tetap di level waspada.
Dampak ke Masyarakat dan Lingkungan
Abu vulkanik dari erupsi Marapi tersebar hingga radius luas, mengganggu pernapasan dan aktivitas di luar ruangan. PVMBG mewajibkan penggunaan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat hujan abu terjadi. Ancaman lahar dingin juga menjadi fokus perhatian, apalagi memasuki musim hujan, karena aliran sungai di lerengnya dapat membawa material vulkanik berbahaya.
Petani, pendaki, dan wisatawan dilarang mendekati Kawah Verbeek dalam radius tiga kilometer demi menghindari bahaya langsung.
Upaya Pemerintah & PVMBG
PVMBG secara rutin mengeluarkan rekomendasi mitigasi: himbauan jarak aman, penyediaan masker, dan pendirian pos-pos informasi. Mereka juga meningkatkan intensitas pemantauan seismik dan visual selama periode erupsi tinggi.
Pemerintah daerah—terutama di Bukittinggi, Padang Panjang, Agam, dan Tanah Datar—memperlancar koordinasi lewat posko siaga. Rencana evakuasi telah disusun, jalur-jalur kritis telah disosialisasikan, dan warga diberi pelatihan kesiagaan.
Selain itu, proyek-proyek infrastruktur seperti sabodam dan penataan lahan tangkapan lahar tengah dipersiapkan untuk meredam dampak bila hujan deras tiba.
Mengapa Tetap Waspada?
Gunung Marapi termasuk gunung berapi paling aktif di Sumatra. Sumber magma yang dangkal membuat erupsi tiba-tiba cukup mungkin terjadi secara sporadis. Sejak Desember 2023, PVMBG mencatat ribuan letusan kecil dan besar yang berdekatan, memperingatkan potensi rembesan magma dan tekanan yang terus menumpuk.
Titik genting, seperti intensitas gempa vulkanik dangkal, peningkatan aktivitas fumarol, dan intensitas hujan, harus dipantau terus menerus agar tidak ada kejutan mendadak.
Erupsi Gunung Marapi sepanjang 2025 menunjukkan tren aktivitas vulkanik yang naik-turun tapi cenderung tinggi. Kolom abu pernah mencapai ketinggian 1 – 1,6 km, memicu status siaga dan pengetatan mitigasi di sekitarnya. Pemerintah, PVMBG, dan masyarakat bergerak bersama—dengan masker, pos info, posko siaga, sabodam, dan koordinasi lintas instansi.
