Revisi Anggaran Pendidikan 2026: Lonjakan Anggaran dan Program Unggulan yang Dinanti
Surabaya - Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi perjalanan pendidikan Indonesia. Dalam RAPBN 2026, pemerintah kembali merevisi alokasi anggaran pendidikan menjadi Rp757,8 triliun, mempertahankan komitmen anggaran sebesar 20 persen dari total APBN. Besaran ini menandai kenaikan signifikan sebesar 9,8 persen dibandingkan outlook tahun sebelumnya sebesar Rp690 triliun.
Sorotan: Kenaikan Anggaran untuk Guru dan Dosen
Salah satu bagian krusial dari revisi ini adalah alokasi untuk tunjangan dan gaji guru serta dosen. Anggaran ini naik drastis dari sebelumnya Rp178,7 triliun menjadi Rp274,7 triliun—sebuah lonjakan yang menunjukkan prioritas pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
Lebih rinci, alokasi untuk gaji dan tunjangan PNS mencapai Rp120,3 triliun, sedangkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) non-PNS dan TPG ASN daerah masing-masing mencapai Rp19,2 triliun dan Rp69 triliun. Untuk dosen non-PNS, tersedia Rp3,2 triliun.
Porsi Anggaran untuk Siswa, Infrastruktur, dan Sekolah Unggulan
Sebagian besar anggaran dialokasikan untuk manfaat langsung: Rp401,5 triliun untuk siswa dan mahasiswa, yang mencakup program Indonesia Pintar (PIP), Bidikmisi/KIP Kuliah, beasiswa LPDP, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp335 triliun.
Sementara itu, alokasi untuk sarana/prasarana sekolah dan kampus mencapai Rp150,1 triliun. Dana ini digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, renovasi sekolah/madrasah, BOS, BOP PAUD, serta penguatan sekolah unggulan dan operasional perguruan tinggi.
Menariknya, meskipun total anggaran MBG tetap Rp335 triliun, proporsinya terhadap total anggaran pendidikan turun dari 44% menjadi sekitar 29%, karena sebagian pendanaannya kini ditopang melalui anggaran kesehatan, ekonomi, dan dana cadangan.
Program Unggulan Pendidikan: Lebih dari Sekadar Dana
Tak hanya soal angka, RAPBN 2026 menghadirkan sejumlah program strategis. Selain beasiswa dan MBG, pemerintah akan memperkuat Sekolah Rakyat, mengembangkan sekolah unggulan Garuda, memperluas akses pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, serta meningkatkan kapasitas guru dan dosen melalui pelatihan dan insentif yang lebih memadai.
Mengapa Revisi Anggaran Ini Membawa Harapan Baru
Keputusan merevisi anggaran ini penting di tengah tuntutan transformasi pendidikan pasca-pandemi. Kenaikan tunjangan mengakui peran vital tenaga pendidik, sementara pergeseran porsi MBG membuka ruang lebih luas untuk penguatan akses pendidikan berkualitas.
Alokasi yang detail mencerminkan keinginan pemerintah agar setiap rupiah anggaran tersalur tidak hanya sekadar tepat sasaran, tapi juga berdampak nyata: memperbaiki kualitas, mendorong pemerataan, dan membentuk generasi kompeten.
Revisi anggaran pendidikan 2026 adalah sinyal kuat bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas nasional. Dengan peningkatan tajam untuk guru dan dosen, peluncuran program strategis, serta penataan alokasi untuk infrastruktur dan beasiswa, momentum ini bisa menjadi titik tolak peningkatan kualitas pendidikan nasional secara menyeluruh.
Menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi semua pihak—pemerintah, pendidik, dan masyarakat—untuk memastikan dana ini betul-betul berfungsi sebagai modal terbesar bagi masa depan anak-anak bangsa.
