Google AI Mode: Era Baru Pencarian yang Lebih Pintar
Surabaya - Google terus mendorong batas pencarian dengan meluncurkan fitur baru bernama AI Mode. Fitur ini dirancang untuk membawa pengalaman pencarian ke tingkat lebih tinggi—bukan sekadar daftar tautan, tapi jawaban yang lebih kaya, interaktif, dan relevan. Untuk banyak orang, terutama mahasiswa yang sering mencari referensi, Google AI Mode bisa menjadi alat bantu yang luar biasa. Tapi seperti semua teknologi baru, ada sisi yang perlu dipahami supaya manfaatnya maksimal.
Apa Itu Google AI Mode?
Google memperkenalkan AI Mode sebagai kelanjutan dari “AI Overviews”, versi generatif yang lebih mumpuni dan interaktif dalam Search. AI Mode menggunakan model AI terbaru, yaitu Gemini (versi 2.0 ke atas), yang mampu merespons pertanyaan kompleks dengan pendekatan multimodal—artinya, kamu bisa bertanya lewat teks, suara, atau gambar, dan mendapat jawaban yang tidak hanya berupa ringkasan, tapi juga konteks serta tautan sumber.
Dalam Mode AI, pertanyaan lanjutan bisa diajukan tanpa harus membuka tab baru, dan AI akan membagi pertanyaan besar menjadi subtopik agar jawaban yang diberikan lebih menyeluruh. Fitur ini sangat membantu jika kamu mencari topik yang rumit, misalnya perbandingan teori, opsi studi, atau ulasan mendalam tentang isu kontemporer.
Fitur dan Perkembangan Terbaru
Beberapa hal yang kini sudah atau sedang diperluas dalam AI Mode:
1. Ketersediaan dalam banyak bahasa. Google memperluas AI Mode ke lebih dari 180 negara dan menambah dukungan untuk bahasa baru termasuk Bahasa Indonesia, Jepang, Korea, Portugis (Brasil), dan Hindi.
2. Kemampuan agentic: bagi pengguna tertentu (termasuk yang berada di program Labs atau pelanggan premium), AI Mode sudah bisa membantu tugas sehari-hari seperti mencari restoran, merencanakan aktivitas, hingga membantu memilih produk berdasarkan kebutuhan spesifik.
3. Cara interaksi yang lebih fleksibel: selain mengetik pertanyaan, sekarang pengguna bisa menggunakan gambar sebagai input lewat Google Lens, atau melanjutkan pencarian lewat pertanyaan lanjutan dari jawaban awal.
4. Kemampuan reasoning yang lebih baik: AI Mode didukung oleh Gemini 2.0 / 2.5 yang meningkatkan kualitas jawaban, terutama untuk pertanyaan yang memerlukan analisis, perbandingan, atau konteks yang mendalam.
Potensi Dampak Positif dan Tantangan
Buat mahasiswa dan masyarakat umum, AI Mode punya banyak potensi manfaat. Mahasiswa bisa mendapatkan rangkuman literatur dengan lebih cepat, membandingkan teori atau pendapat dari berbagai sumber tanpa harus membuka banyak tab atau mencari manual. Untuk tugas-riset atau studi banding, AI Mode bisa menghemat waktu dan tenaga.
Tapi ada juga tantangan. Pertama, akurasi jawaban: meskipun AI Mode menyediakan tautan sumber, terkadang konteks atau bias dari model bisa menyebabkan interpretasi yang kurang tepat. Mahasiswa tetap perlu verifikasi melalui sumber primer. Kedua, perubahan cara orang mengkonsumsi konten: website atau publikasi yang biasa mendapat kunjungan tinggi dari Google Search bisa kehilangan traffick kalau jawaban sudah disediakan langsung di AI Mode. Publikasi berita dan akademik mungkin harus adaptif.
Perspektif Mahasiswa: Bagaimana Memanfaatkan & Menyesuaikan
Mahasiswa yang ingin memanfaatkan AI Mode sebaiknya melihatnya sebagai alat bantu, bukan pengganti. Contohnya:
1. Gunakan AI Mode untuk mendapatkan overview atau gambaran umum topik sebelum mendalami referensi lebih spesifik seperti jurnal atau buku akademik.
2. Gunakan fungsi gambar atau pertanyaan lanjutan untuk memperjelas bagian yang sulit dipahami.
3. Bandingkan hasil AI Mode dengan hasil pencarian tradisional. Apakah ada nuansa yang hilang? Apakah tautan-tautan yang direkomendasikan memang kredibel?
Selain itu, dari sisi pembelajaran, mahasiswa bisa ikut memperhatikan bagaimana AI Mode memengaruhi SEO dan produksi konten ilmiah: misalnya menulis dengan E-E-A-T (Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness), menyebutkan sumber, menyajikan data asli, dan memperkaya konten dengan konteks agar dipercaya oleh model AI dan pengguna.
Arah Ke Depan dan Kecenderungan Global
Google sudah menunjukkan niat ingin AI Mode menjadi lebih “domestik” dari segi bahasa dan budaya, bukan hanya konten berbahasa Inggris. Dengan dukungan Bahasa Indonesia dan bahasa lain, potensi menjangkau pengguna lokal semakin besar.
Selain itu, fitur agentic dan personalisasi yang makin canggih mungkin akan membuat AI Mode bukan hanya sebagai pencarian informasi, tetapi sebagai asisten digital aktif dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, membuat catatan, rekomendasi belajar, atau bahkan integrasi dengan aplikasi kampus.
AI Mode adalah langkah signifikan dari Google untuk menjadikan pencarian tidak hanya sekadar menemukan tautan, tapi memberikan jawaban yang lebih cepat, relevan, dan interaksi yang lebih manusiawi. Untuk mahasiswa, manfaatnya sangat besar—terutama dalam hal efisiensi, pengenalan konsep kompleks, dan pembelajaran mandiri.
Namun seperti teknologi lain, penggunaan AI Mode juga harus disertai kewaspadaan: verifikasi sumber tetap penting, konten harus kredibel, dan kita harus tetap kritis. Dengan memanfaatkannya dengan baik, AI Mode bisa menjadi tonggak baru dalam cara kita belajar, meneliti, dan menjelajah informasi.
